Cinta

ongki, 25 February 2018

Tidak ada orang yang tidak akrab dengan terminologi "Cinta". Cinta adalah elemen kehidupan manusia yang menembus dimensi-dimensi perbedaan. Baca saja dalam berbagai literatur, seringkali kita menemukan kalimat cinta tak terbatas waktu, cinta tak mengenal perbedaan. cinta tak mengenal ruang dan waktu, bahkan lebih edannya lagi kadang cinta dianggap sebagai entitas yang hidup. Cari saja dalam berbagai sumber. kita akan menemukan kalimat yang menunjukan bahwa "cinta" seolah memiliki personality misalnya, cinta jangan pergi, ketika cinta menghampiri, kejamnya cinta, datanglah cinta, terima kasih cinta dan lain sebagainya. Atau kalo perlu bukti dengerin aja lagu yang judulnya Cinta yang dibawain sama teman saya  artis penyanyi beken yang namanya Yanna (salah seorang artisnya Selosakti Records), temen saya  ini selain vokalis band ternama yang namanya Marvells, ternyata dia juga seorang komposer. Nah Kalo disimak liriknya pasti nyangka kalo Cinta itu nama orang, Yang saya tangkep dari lagunya Yanna ini, beliau mencoba mempersonifikasikan cinta, sehingga ada kesan seolah-olah cinta itu punya sifat-sifat seperti manusia.

 

Lagunya sendiri kalo didengerin adem banget tapi ga berkesan girly, pendeknya sih cocok banget kalo jadi ungkapan hati para lelaki, ya cowok banget lah. Belum lagi cinta sebagai tema yang bisa mendongkrak hajat hidup, ga percaya? Gini, kalau ditanya berapa persen penjualan produk musik berupa lagu di industri musik, silahkan tanya sama pengusaha di bidang rekaman (saya juga nanya sama ownernya Selosakti Records), tema lagu apa yang paling digandrungi masyarakat penikmat musik di Indonesia? Saya yakin tema cinta adalah yang pertama disebut. Jarang saya mendapat jawaban di luar "tema cinta", jarang banget saya dapet jawaban "penjualan tertinggi produk musik di Indonesia adalah lagu-lagu bertema bencana alam atau kisah kejahatan seksual. Terdengar seperti candaan, tapi ini adalah realitas. Kalau di dunia sastra saya tidak begitau tahu, apakah tema cinta merupakan tema terbaik, paling laris "dijual" dan terlaris, Tapi produk karya sastra seolah memiliki "genre" sendiri yang merujuk pada "cinta". Lihat saja pasti setidaknya pernah mendengar sajak cinta, puisi cinta, pantun cinta dan lain-lainnya. Kalo film?  Sepertinya tidak terhitung lagi tema film yang mengusung tema cinta n menggunakan "cinta" sebagai judul filmnya.

 

Cara pandang orang terhadap cinta pun angat berbeda, biasanya hal ini dipengaruhi oleh pengalaman empirik  mereka dengan hal-hal  yang berkaitan dengan soal cinta jadi wajar apabila presepsi yang dihasilkanpun akan berbeda pula, lihat saja, kita sering (sekali) mendengar kalimat cinta itu sederhana, cinta, itu kejam, cinta itu ini dan itu, so ada relatifitas dalam soal presepsi orang tentang cinta. Jadi apa itu cinta? saya cuma bisa menyimpulkan bahwa cinta itu sesuatu yang positif, sesuatu yang positif dan dimilliki, tinggal bagaimana pengalaman hidup merubah presepsi kita  tentang cinta itu sendiri. Ya berbaik sangkalah terhadap cinta. Tapi sah-sah aja koq kalo kita mau mempersonifikasikan cinta, karena mungkin itu salah satu sisi manusia yang kadang menempatkan sebuah terminologi yang erat kaitannya dengan hidupnya sebagai sesuatu yang hidup. Prlu bukti? simak aja lagunya Yanna yang berjudul Cinta yang diproduksi oleh Selosakti Records, pasti ngerti.

RELATED ARTICLES

Cinta

25 February, 2018

Leave a Comment